Virus dan Penangulangannya

0
Apa itu virus?
Pada tahun 1982, Dmitri Iwanowski menemukan bahwa ada sebuah agen yang dapat menyebabkan penyakit mozaik pada tanaman tembakau, menyebabkan warna daun tersebut menjadi pudar, dapat melewati kertas saring, dan tidak dapat dilihat atau pun dibiakkan. Pada tahun 1989 Beijerink melakukan eksperimen lagi dan menyebut agen penginfeksi ini dengan nama contagium fivum fluidum, yang seperti sekarang dikenal sebagai virus (4). Virus merupakan benda unik antara benda hidup dan benda tak hidup. Ketika virus tersebut mengambang di udara atau menempel di pintu, virus bersifat inert. Mereka semati seperti batu. Tetapi ketika virus itu menempal di sel-sel tanaman, hewan, dan manusia, mereka akan berubah beraksi. Mereka akan menginfeksi dan mengambil alih sel-sel yang ditempeli tersebut(3).

Struktur Virus
Virus terdiri atas dua bagian utama yaitu selubung protein (kapsid) dan materi genetik (RNA atau DNA).



Struktur Viru Influenza (9)

Virus Menyebabkan Beberapa Penyakit
Virus dapat menyebabkan beberapa penyakit antara lain, pada manusia polyomavirus penyebab polio, papillomavirus penyebab penyakit human papillomavirus (HPV), famili herpesvirus penyebab herpes, famili coronavirus penyebab penyakit middle east respiratory syndrome (MERS), cytomegalovius penyebab penyakit radang otak, famili orthomyxovirus penyakit penyebab influenza, famili adenovirus penyebab penyakit infeksi saluran pernafasan,  famili picornavirus dan hepadnovirus penyebab penyakit hepatitis A, B, famili togavirus yaitu rubella penyebab penyakit campak; pada tanaman tobacco mozaic virus dapat menyebabkan penyakit mozaik pada tanaman tembakau; pada hewan antara lain famili picornavirus penyebab penyakit kaki dan mulut binatang ternak, famili paramyxovirus penyebab penyakit newcastle disease menyerang binatang ternak, famili Herpesvirus penyebab penyakit Marek pada ayam, dsb (1, 2, 4, 5, 6. 7)
 
Virus Hepatitis (5)

 

Virus campak (8)
Tindakkan Pencegahan dan Pengobatan Inveksi Virus
Inveksi virus dapat dicegah ataupun diobati yaitu dengan cara:
Penggunaan Obat: 
1. Penggunaan antiviral
Antiviral merupakan obat yang digunakan untuk mencegah menempelnya virus ke permukaan sel. Contoh antiviral tersebut adalah pleconaril untuk mencegah virus picornavirus, enfuvitide (T-20) untuk mencegah HIV-1, amantadin, rimantadin, zanamivir dan oseltamivir untuk mencegah virus flu, adefovir (PMEA), ribavirin+interferon-α,  untuk mencegah virus hepatitis B, interferon-α  untuk mencegah virus hepatitis C, cidovir  untuk mencegah virus papillomavirus, adenovirus, cytomegalovirus (4,9,11,13)
2. Vaksinasi
Vaksin merupakan partikel virus yang mati atau hidup tetapi dilemahkan untuk menstimulasi pembentukkan antibodi untuk melindungi tubuh dari inveksi virus yang sesungguhnya. Contoh vaksin tersebut adalah hepatitis A (mati), hepatitis B (mati), influenza A dan B (mati, hidup), polio (mati, hidup) (4).

Melalui Pola Hidup
1. Cuci Tangan
Mencuci tangan dengan menggunakan sabun ataupun alkohol. Menggunakan air bersih dan mencuci tangan dengan bersih dan benar dapat membantu mencegah infeksi berbagai virus (12).

2. Memperhatikan Sumber panganMemastikan bahwa makanan, minuman, dan donor darah bebas dari virus. Memasak daging pada suhu 71°C [160°F] minimal selama 20 minutes, menghindari makanan laut mentah terutama untuk orang dengan daya tahan tubuh yang lemah (12). 
3. Tidak berbagi menggunakan jarum suntik
Virus secara umum menular melalui cairan tubuh (flu, HIV, ebola) yaitu air seni, air liur, cairan darah dsb. Sehingga, menghindari pemakaian bersama jarum suntik, alat cukur, dsb dapat menghindari penularan virus (6,7,8).
4. Konsumsi ZincZinc telah terbukti secara efektif dapat mengatasi virus terutama virus flu. Baik zinc asetat maupun zinc glukonat dapat memperpendek waktu sakit dan mengurangi gejala.  Pemakaian secara topikal zinc juga dapat digunakan untuk mengobati virus herpes. Satu penelitian menemukan bahwa zinc monogliserolat dapat mengobati flu per 70% pasien, sementara zinc oksida, hanya mengobat 9%. Hal ini jelas bahwa bentuk zinc yang dgunakan penting. Dari penelitian lain mengemukakan bahwa ion Zn2+ iefektif memerangi herpes dan virus flu yang lain . Ion zn2+ ions berperan untuk mencegah replikasi virus dengan membloking proses pemisahan rantai asam nukleat. Jumlah ion Zn2+ yang diperoleh dari suplemen  makanan mencukupi 100% angka kebutuhan gizi (AKG). Kita dapat mengetahui suatu makanan mengandung ion Zn2+ dengan rasa yang kering di mulut, karena berikatan dengan saliva.
4.Konsumsi herbal
Menurut (10) beberapa herbal ini dapat berperan sebagai antiviral yaitu cranberry, elderberry, akar likoris, lemon, jahe, daun zaitun, dan oregano. 

 

Sumber pustaka:

  1. Anonim. 2014. THE WALL STREET JOURNAL: “EBOLA VIRUS: DEATH TOLL REACHES 932… IT’S ASTONISHING THAT THE NIGERIANS DIDN’T TREAT SAWYER FROM THE START AS A POTENTIAL EBOLA CASE." 
  2. Anzivino, Elena, Daniela Fioriti, Monica Mischitelli, Anna Bellizzi, Valentina Barucca Fernanda Chiarini and Valeria Pietropaol. 2009. Herpes simplex virus infection in pregnancy and in neonate: statusof art of epidemiology, diagnosis, therapy and prevention. Virology Journal 6:40 
  3. archives.microbeworld.org
  4. Dinmock, N. J., A. J. Easton, dan K. N. Lepard. 2007. Introduction to Modern Virology. 6th edition. USA: Blackwell Publishing
  5. gallery4share,com
  6. Generous, Alex, Molly Thorson, Jeff Barcus, Joseph Jacher, Marc Busch, dan Heidi Sleister. 2014. Identification of putative interactions between swine and human influenza A virus nucleoprotein and human host proteins. Virology Journal 11:228 
  7. Jay H. Hoofnagle, M.D., Kenrad E. Nelson, M.D., and Robert H. Purcell, M.D. 2012. The New England Journal of Medicine Downloaded from nejm.org on September 26, 2012. Current Concepts Hepatitis E  
  8. Kong, Fanyun , Wei Zhang, Bo Feng, Henghui Zhang, Huiying Rao, Jianghua Wang, Xu Cong dan Lai Wei. 2015. Abnormal CD4+T helper (Th) 1 cells and activated memory B cells are associated with type III asymptomatic mixed cryoglobulinemia in HCV infection. Virology Journal 12:97  
  9. Li, Shuhua., Xiaohua Qian, Zhengan Yuan, Xiaodong Sun, Chongshan Li, Xian Tang, Yanji Yang, Xiangzhen Gong, Guangwen Cao, dan Braz J Infect. 2014. Molecular epidemiology of measles virus infection in Shanghai in 2000–2012: the first appearance of genotype D8. Dis:18
  10. micro.magnet.fsu.edu  
  11. Osuolale, Olayinka dan Anthony Okoh. 2015. Incidence of human adenoviruses and Hepatitis A virus in the final effluent of selected wastewater treatment plants in Eastern Cape Province, South Africa. Virology Journal 12:98  
  12. sustainablebabysteps.com
  13. Xu, Xiaolong, Hongmei Bao, Yong Ma, Jiashan Sun, Yuhui Zhao, Yunhe Wang, Jianzhong Shi, Xianying Zeng, Yanbing Li, Xiurong Wang, dan Hualan Chen. 2015. Simultaneous detection of novel H7N9 and other influenza A viruses in poultry by multiplex real-time RT-PCR Virology Journal 12:69  
  14. Wang, Ying, Gang Zou, Aimei Xia, Xiangshi Wang, Jiehao Cai, Qianqian Gao, Shilin Yuan, Guimei He, Shuyi Zhang, Mei Zeng, dan Ralf Altmeyer. 2015. Enterovirus 71 infection in children with hand, foot, and mouth disease in Shanghai, China: epidemiology, clinical feature and diagnosis. Virology Journal 12:83
  15.  WHO. 2012. Prevention and Control of Viral Hepatitis Infection