Melawan Kerut dengan menggunakan PLA

0

Faktor yang menyebabkan kerutan dapat berasal dari intrinsik atau pun ekstrinsik. Faktor intrinsik terutama ditentukan oleh gen, interaksi individu dengan lingkungan, faktor hormonal, stress oksidatif, peradangan, reactive oxygen species (ROS) yang dihasilkan oleh metabolisme. Faktor intrinsik yang menandai kerut adalah kulit kering, kasar, dan penipisan kulit.
Faktor ekstrinsik terutama disebabkan oleh sinar UV. Hampir 80% kerut di kulit disebabkan oleh UV. Dan kebanyakan kerut ini terjadi dari usia 20 tahun. Penuaan oleh cahaya UV -menginduksi faktor penuaan dari dalam dan berkaitan dengan semua kenampakan perubahan pada kulit.
Paparan cahaya itu juga dapat menyebabkan kerutan yang terlihat jelas, perkembangan kulit kasar, penyusutan masa kulit, dan warna kulit tidak merata.
Hal yang paling penting dalam mengurangi kerut adalah mengurangi paparan sinar matahari dan menggunakan sunscreen. Krim anti kerut dapat mengurangi kerut dan garis halus, meningkatkan warna kulit, mengencangkan, mengicilkan pori, dan menghaluskan.
Krim anti kerut rata-rata menunjukkan hasil yang optimal setelah pemakaian 12 minggu.
Krim anti kerut terutama mengandung bahan-bahan seperti: Abysssine, Hyaluronic acid, Bisabolol, Creatine, Euk-134, Flavagrum, Glycerin, LNST, Moist 24, MRT EX, Net DG, 330 Regederme, Sepilift, Squalene, Tyrostat, Vitamin E, phenyllactic acid/PLA
PLA sebenarnya merupakan antimikroba yang dihasilkan dari fermentasi berbagai makanan seperti kefir, yogurt, keju, kimchi, wine dan sebagainya, yang dapat digunakan untuk memerangi berbagai bakteri, jamur, dan khamir.  Senyawa ini tersusun atas 3-Phenyllactic acid atau 2-hydroxy-3-phenylpropinonic acid atau ß-phenyllactic acid. Selain diperoleh dari produk fermentasi PLA ini juga terdapat pada madu dengan kandungan 100-800 mg/kg atau pada madu manuka dapat mencapai 820, 875, dan 243 mg/kg.
Courtesy: Naz dkk., 2013

 PLA ini terdapat pada produk anti penuaan yang dapat mengurangi kerut di kulit.

Daftar Pusataka

  1. Arsiwala S, Tahiliani S, Jerajani H, Chandrashekhar Bs, Aurangabadkar S, Kohli M, Savardekar P, Sarangi K, Kharkar RD., dan Shah F. 2013. Evaluation of Topical Anti-Wrinkle and Firming (AWF) For Women, Antiwrinkle and Firming (AFM) for Men and Deep Wrinkles For Wrinkles on Face and Neck. Asian J Pharm Clin Res, Vol 6, Issue 3, 86-89
  2. Boissieux, Laurence, Gergo Kiss, Nadia Magnenat Thalmann, Prem Kalra. Simulation of Skin Aging and Wrinkles with Cosmetics Insight. MIRALab, CUI, University of Geneva
  3. Gary J. Fisher, Zeng Quan Wang, Subhash C. Datta, James Varani, Sewon Kang, dan John J. Voorhees. 2003. Pathophysiology of premature skin aging induced by ultraviolet light. The New England Journal of Medicine. Volume 337 Number 20.
  4. Naz S., M cretenet, dan J.P. Vernoux. 2013. Current knowledge on antimicrobial metabolites produced from aromatic amino acid metabolism in fermented food. Microbial pathogens and strategies for them: science, technology, and education.
  5. Scott EJV dan Yu RJ. 1997. Method of using 3-phenyllactic acid for treating wrinkles. U.S. Patent US5643953 A dalam Naz S., M cretenet, dan J.P. Vernoux. 2013. Current knowledge on antimicrobial metabolites produced from aromatic amino acid metabolism in fermented food. Microbial pathogens and strategies for them: science, technology, and education.