Mencegah Keracunan Antibiotik (Endotoksin)

0

courtesy: Naples, 2013
Antibiotik merupakan zat kimia yang dalam kadar rendah sudah mempunyai kemampuan untuk menghambat kehidupan atau menghancurkan bakteri atau mikrooganisme lain. Contoh melumpuhkan bakteri penyebab diare Vibrio cholera, Escherichia coli, Campylobacter jejuni, dan Shigella dysenteriae, melumpuhkan bakteri penyebab penyakit pneumonia seperti strain staphylococci, pneumococci, dan enterococci. 

Antibiotik dapat menyebabkan keracunan di dalam tubuh. Endotoksin (disebut juga lipopolisakarida, LPS) merupakan bagian sel luar bakteri gram negatif yang dapat hancur dan terurai dan meracuni sel-sel tubuh manusia ketika bakteri tersebut diserang oleh antibiotik.   

Endotoksin dapat menyebabkan tekanan darah manusia rendah, kekurangan oksigen (hipoksia), gagal ginjal akut, kesulitan mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, penumpukkan karbondioksida dan racun di dalam tubuh, memperberat kerja hati, septikemia merupakan kerusakan organ akibat respon sistem imun yang berlebihan. Kerusakan berbagai macam organ tubuh ini disebut multi organ failure (MOF).  
 
Keracunan endotoksin dapat dicegah antara lain dengan: 

  • Perbaikan nutrisi. Nutrisi memiliki efek yang dapat memperbaiki sistem pencernaan, meningkatkan fungsi imunitas saluran pencernaan, dan menghambat infeksi. 
  • Mengurangi konsumsi alkohol. Alkohol diketahui dapat memperberat kerja hati. Penumpukkan racun dan karbondioksida di dalam hati akan semakin diperparah jika penderita mengkonsumsi alkohol
  • Mengkonsumsi makanan tertentu yang bersifat antibakteri, untuk menggantikan fungsi antibiotik di dalam tubuh. Seperti kubus merah, lemon, minyak tea-tree, jeruk, bargamot mengandung senyawa fenolik, atau oregano, cengkih, kayu manis, bawang putih, dan serai yang mengandung senyawa allyl isothiocyanate yang dapat menggantikan funsi antibiotik. 
  • Minum susu yang mengandung laktoperoksidase yang dapat memerangi bakteri, jamur, dan virus. Selain itu susu juga mengandung laktoferin dan mengandung lisozim yang dapat memerangi bakteri gram positif dan negatif yang dapat menggantikan funsi antibiotik
  • Konsumsi bakteri asam laktat (BAL). Bakteri ini banyak terdapat pada makanan fermentasi seperti kimchi, acar, asinan buah, yogurt, keffir, dan sebagainya. Makanan fermentasi ini banyak menghasilkan hidrogen peroksida yang dapat memerangi berbagai mikroorganisme jahat di dalam tubuh yang dapat menggantikkan fungsi antibiotik.





Pustaka:
1.       CULTURES. A Publication of ASM. Vol.1 Issue 2. Spring 2014.
2.       Hayek, Saeed A., Rabin Gyawali, dan Salam A. Ibrahim Antimicrobial Natural Products. Microbial pathogens and strategies for combating them: science, technology and education (A. Méndez-Vilas, Ed.)
3.       Hurley, James C. 2013. Towards Clinical Applications of Anti-endotoxin Antibodies;  A Re-appraisal of the Disconnect. Toxins, 5, 2589-2620.
4.       Naples. 2013. Innovating for growth: a bioeconomy for Italy. European Biotech Week. September 30-Oktober 4.
5.       Ryan, Kenneth J. dan C. George ray. Clinical Sherris Medical Microbiology an Introduction to Infectious Diseases. 4th edition. Mcgraw-Hill Medical Publishing Division. New York
6.       Tiwari, SC, Sanjay Vikrant. Sepsis and the Kidney. Journal of Indian Academy of Clinical Medicine Vol. 5 No. 1
7.       Ren,Yi, Yi Xie, Guoping Jiang, Jianqing Fan, Joseph Yeung, Wen Li, Paul K. H. Tam, dan John Savill. 2008. Apoptotic Cells Protect Mice against Lipopolysaccharide-Induced Shock1. The Journal of Immunology