141
Masih menanjutkan pelajaran
kita tentang protein kemarin ya, tapi kali ini kita kaitkan dengan COVID-19.
1. Tubuh kita sebagian besar tersusun atas protein
Kebanyakan dari kamu mungkin
bertanya, dimana sih Bu, letak protein di dalam tubuh kita (manusia)? Protein itu
terdapat di dalam setiap sel, dan sel itu ada di seluruh tubuh kita karena sel
merupakan penyusun tubuh kita (dan makhluk hidup lain, seperti hewan, tumbuhan,
bakteri, jamur, bahkan virus). Perhatikan gambar berikut:
Gambar (a) manusia dan (b)
sel.
(Sumber: (a) sumber: Fibriani,
dkk., 2020; (b) https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcTn0VFRYIr8KR4QYql6fgdmx0RTcw07wiCrunlELkvyjYNBzPZR&usqp=CAU )
Dari gambar di atas,
diketahui protein itu tersebar dimana-mana di dalam tubuh kita. Di dalam inti
sel (nukleus), di membran sel, di mitokondria, di cairan sel (sitoplasma), di
badan golgi dll.
2. Protein berfungsi sebagai pembangun tubuh
Karena protein tersebar
di dalam tubuh, kita butuh asupan protein setiap hari untuk mengganti
protein-protein yang rusak. Protein yang kita makan, berfungsi untuk mengganti
enzim yang rusak, mengganti hormon yang rusak, mengganti otot yang rusak, dan
mengganti sel-sel yang rusak, oleh karena itulah, protein berfungsi sebagai zat
pembangun tubuh
Protein pembangun tubuh
Gambar protein sebagai
pembangun (a) otot dan b (rambut)
(sumber: (a) https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcQR-JYgjIBTw09B0hvDwT7wCkViv7n4cLlOZYNYLWDocrXfrAX7&usqp=CAU; (b) https://gd.image-gmkt.com/li/708/361/775361708.g_0-w_g.jpg )
3. Protein berfungsi sebagai sumber energi, jika
karbohidrat tidak ada.
Kamu mungkin bertanya, “Bu,
kita makan protein tiap hari, apakah mungkin protein tersebut diubah menjadi
tenaga?”. Jawabannya, ya, bisa. Selain sebagai pembangun tubuh, protein juga
berfungsi sebagai sumber tenaga, jika tidak ada karbohidrat. Perhatikan alur
perombakan protein menjadi tenaga berikut: ATP merupakan satuan energi yang digunakan sebagai tenaga di dalam tubuh manusia
Gambar: Jalur protein sumber
tenaga
4. kekurangan protein dapat menyebabkan penyakit Kwashiorkor
dan Marasmus
Kwashiorkor adalah kondisi kekurangan protein. Ciri-cirinya:
-Pembengkakan
di bagian bawah kulit (Oedema), akibat terlalu banyaknya cairan dalam jaringan tubuh
-Rambut
yang kering, jarang, dan rapuh, bahkan dapat berubah warna menjadi putih atau
kuning kemerahan seperti rambut jagung.
-Ruam
atau dermatitis.
-Mudah
marah.
-Kelelahan
dan mengantuk.
-Gangguan
tumbuh kembang.
-Perut
membesar.
-Infeksi
yang terjadi terus menerus, akibat lemahnya kekebalan tubuh.
-Kuku
pecah dan rapuh.
-Berubahnya
pigmen kulit.
-Penurunan
massa otot.
-Berat
dan tinggi badan tidak bertambah.
Marasmus adalah kekurangan asupan energi atau kalori dari semua bentuk
makronutrien, mencakup karbohidrat, lemak, dan protein. Ciri-cirinya:
-Kekurangan
berat badan.
-Kehilangan
banyak massa otot dan jaringan lemak.
-Pertumbuhan
terhambat.
-Kulit
kering dan rambut rapuh.
-Terlihat
lebih tua dari usianya.
-Tidak
berenergi dan tampak tidak bersemangat atau lesu.
-Wajah
menjadi bulat seperti orang tua.
Gambar kwashiorkor dan Marasmus (sumber: https://www.google.com/amp/s/artikel867913207.wordpress.com/2018/01/24/kekurangan-gizi-di-asmat-lengkap/amp/ )
5. Protein juga penyusun virus SARS-CoV-2
COVID-19 merupakan
penyakit yang ditimbulkan oleh virus SARS-CoV-2. Sebagian tubuh virus juga
tersusun dari protein lho. Berikut gambar
virus dan proteinnya:
Virus
Gambar: virus SARS-CoV-2
(sumber: https://macrobenotes.com/severe-acute-respiratory-syndrome-coronavirus-sars-cov/
dalam Fibriani, dkk., 2020)
6. Proses pembuatan protein virus (termasuk
SARS-CoV-2) hanya dapat dilakukan di dalam sel makhluk hidup lain
Meskipun virus memiliki
protein, virus itu tidak bisa membuat sendiri proteinnya. Untuk dapat membuat
protein yang diperlukannya, dia harus pinjam “mesin pembuat protein” dari
makhluk hidup lain, contohnya dari tumbuhan, manusia, hewan, bakteri, dan
sebagainya.
Perhatikan gambar
berikut:
Pada gambar di bawah ini, prosesnya sebagai berikut:
1. virus akan menempel di permukaan dan masuk ke dalam sel
2. virus akan "meminjam mesin pembuat protein" yang ada pada sel, seperti inti sel (nukleus), mitokondria, kompleks golgi, dsb, untuk membuat protein virus itu sendiri.
3. setelah pembentukkan protein selesai, virus akan merakit protein tersebut dan membuat tubuh-tubuh virus baru, dan keluar dari sel yang "ditumpanginya"
Gambar: Pembuatan protein (Sintesis protein) pada virus
(sumber: http://jtd.amegroups.com/article/view/1209/html
dalam Fibriani, dkk., 2020)
7. Protein dapat dibuat antibodi, zat yang dapat
melawan virus
Meskipun virus menyerang sel dan merusaknya, namun jangan khawatir, Di dalam tubuh, sel punya perlindungan alami dengan membentuk antibodi. Antibodi adalah protein berbentuk Y yang
diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh (Handayani, 2020). Tubuh mempunyai kemampuan untuk membentuk antibodi yang berfungsi untuk
memerangi virus. Perhatikan gambar Y yang saya lingkari merah berikut!
Pada gambar berikut, protein-protein yang berbentuk huruf Y mengikat dan melumpuhkan virus. Untuk dapat membuat antibodi, kita harus mengkonsumsi sumber protein dan makanan-makanan lain yang bergizi dalam jumlah tepat dan seimbang.
Gambar: Antibodi
Sumber pustaka:
Anonim. 2018. Kwashiorkor.
=https://www.google.com/amp/s/artikel867913207.wordpress.com/2018/01/24/kekurangan-gizi-di-asmat-lengkap/amp/
Anonim. 2020. Antibodi. Antibodi:
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcQLNYdNy1lAtLXu86C31jn_JChmS-ZBNpQnoqrpyp7JudHPm2sb&usqp=CAU
Anonim. 2020. https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcSbjZeitdPwu3vBgkcanDCZAiYuNNM92KqVrV4EtX_x6J2eyISl&usqp=CAU
Anonim. 2020. https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcQR-JYgjIBTw09B0hvDwT7wCkViv7n4cLlOZYNYLWDocrXfrAX7&usqp=CAU
Anonim. 2020. http://jtd.amegroups.com/article/view/1209/html
Adrian, K.
2018. Kwashiorkor dan Marasmus, Malanutrisi yang
Mengancam Nyawa- Alodokter. Diunduh dari:
https://www.alodokter.com/kwashiorkor-dan-marasmus-malnutrisi-yang-mengancam-nyawa tanggal 06 April 2020
Fibriani, A., Ernawati
G.R., Husna N.P., 2020. Intorduction to Novel Corona Virus (2019-nCoV)
Infection. Seminar dan Talkshow. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayatai-Institut
Teknologi Bandung dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.
Handayani, I. 2020. Antibodi, Perlindungan Terbaik Hadapi
Ancaman Virus Korona. Investor: https://investor.id/lifestyle/antibodi-perlindungan-terbaik-hadapi-ancaman-virus-korona






